Tim Hore-hore Blogs

We're trying to achieve success.

Parkir Motor tidak resmi : “Menguntungkankah mereka?”

tinggalkan komentar »

Seringkali saat kita mengunjungi suatu pusat perbelanjaan atau pertokoan yang menyediakan tempat parkir kendaraan yang diperuntukan kepada pengunjung tempat perbelanjaan atau toko tersebut, kita menjumpai seorang bahkan lebih penjaga parkir. Boleh jadi kita memang merasa nyaman dengan keberadaan yang mereka yang memang bertugas menjaga kendaraan kita yang diparkir ditempat tersebut. Tapi pernahkah kita memperhatikan seorang penjaga parkir tersebut, apakah mereka adalah penjaga parkir resmi atau tidak resmi? Dan mengapa parkir tidak resmi bisa bebas menjaga parkir secara ilegal?

Keduanya memang berbeda dari status keberadaan mereka yaitu, resmi dan tidak resmi. Secara mudah, orang-orang kebanyakan pasti dapat membedakan mereka dengan melihat pakaian atau seragam mereka. Penjaga parkir legal pastinya menggunakan seragam resmi perusahaan parkir yang bekerja sama dengan suatu pusat perbelanjaan atau pertokoan seperti yang ada di mall-mall kebanyakan. Sedangkan penjaga parkir ilegal tidak menggunakan seragam resmi, hanya menggunaka kaos biasa. Namun, tidak sedikit pula para penjaga tidak resmi juga memakai seragam resmi.Penjaga parkir tidak resmi mempunyai ciri khas tertentu yaitu, biasanya kita di bantu mengeluarkan motor lalu mereka meminta kita uang parkirnya. Memang tidak aneh bila kita memberikan uang ke mereka sebagai imbalan karena telah menjaga kendaraan kita. Tapi kadang merasa anehkah kita karena membayar dua kali uang parkir saat kendaraan kita parkir disebuah pusat perbelanjaan, karena setelah itu kita harus membayar lagi di gerbang keluar mall. Padahal pusat perbelanjaan tersebut sudah ada petugas keamanan yang menjaga kendaraan di tempat tersebut.

Banyak pro kontra yang timbul tentang penjaga parkir tidak resmi seperti itu. Banyak pula kejadian yang membuat tidak nyamannya para pengunjung. Mungkin timbul pertanyaan tentang keberadaan mereka yang begitu bebas berada tanpa diperingati security setempat. Oleh karena itu kami melakukan sedikit riset di salah satu mall di Bekasi, untuk mengetahui lebih banyak tentang Penjaga Parkir tidak resmi ini. Disana banyak saya temui penjaga parkir yang menjaga kendaraan di beberapa area-area parkir tertentu. Karena memang mall ini tidak mempunyai parkir khusus motor yang besar, jadinya pihak pengelola menambah beberapa area kosong untuk di jadikan parkir motor. Setelah cukup untuk melihat-lihat beberapa area parkir yang di jaga, kemudian kami mencari salah satu penjaga parkir disana untuk saya wawancarai. Pada awalnya kami sulit mencari penjaga yang ingin di wawancarai, kami tidak tahu mengapa mereka begitu kurang berkenan di wawancarai. Sampai akhirnya kami bertemu seorang penjaga parkir bernama Iwan, 30 tahun. Berikut wawancaranya :

Sudah berapa lama Mas Iwan menjaga parkir disini?

Saya disini kurang lebih sudah 5 tahun.

Mengapa Mas Iwan memilih untuk menjaga parkir disini?

Untuk cari makan mas. Susah sekarang cari pekerjaan.Jadi mau gak mau kerja seperti ini.

Kalau kami boleh tahu, berapa penghasilan yang di dapat dari menjaga parkir disini?

Wah, kalau itu saya gak bisa kasih tau berapanya. Tapi intinya, penghasilan tergantung dari banyaknya pengunjung yang datang kesini. Biasanya hari libur paling nguntungin.

Pernahkan dari pihak keamanan disini melakukan penertiban para penjaga parkir disini seperti anda?

Sudah pernah beberapa kali.

Terus mengapa Mas Iwan ini kembali menjaga parkir disini?

Yah balik lagi mas karena faktor keuangan. Kita kan cuma orang kecil, ijasah saja cuma sampai SMP. Kayak gini udah jadi mata pencaharian say. Lagian, para petugas juga merasa terbantu kok dengan kehadiran kita-kita disini. Dengan area parkir yang seluas ini, petugas pasti kerepotan menjaga parkir motor-motor para pengunjung.

Adakah oknum petugas yang justru membiarkan para penjaga parkir disini berkeliaran karena memang para petugas tersebut meminta jatah seperti uang untuk di setor?

Hm, gak ada sih. Palingan kita ngasih uang rokok seikhlasnya saja.

Menurut Mas Iwan, keberadaan penjaga parkir seperti ini justru membuat para pengunjung menjadi nyaman atau sebaliknya?

Dari yang udah-udah sih, mereka kayaknya merasa nyaman. Ini terbukti dengan mereka memberikan uang hasil saya sama temen-temen jaga.

Pernah ada yang sepertinya pengunjung tersebut tidak merasa nyaman dengan keberadaan Mas Iwan dan teman-teman disini?

Kalau yang tidak suka sih ada juga. Biasanya mereka tidak memberi uang saat pergi meninggalkan parkiran. Kita disini mah udah terbiasa dengan orang-orang seperti itu. Ngasih syukur, gak yaudah. Ada juga pengunjung yang sering kesini dan percaya dengan saya. Sampai-sampai bila saya tidak ada, mereka menanyakan saya ke teman saya. Intinya mas, klo kita jujur orang akan senang. Saya disini pribadi mencari uang disini dengan kejujuran.

Sebenarnya, Mas Iwan sendiri itu benar-benar menjaga motor yang parkir di tempat tersebut atau hanya mengincar uang hasil menjaga motor tersebut? Karena yang kami banyak lihat, penjaga parkir disini tidak terlalu menjaga dengan benar motor tersebut sehingga terkadang ada barang yang hilang, bahkan motor yang hilang. Bagaimana tanggapan Mas Iwan?

Memang disini ada yang seperti itu. Biasanya penjaga parkir yang masih anak sekolah. Mereka terkadang tidak menjaga parkir dengan benar. Hanya ingin uangnya saja. Tetapi saya pribadi, memang ingin menjaga motor tersebut karena memang sudah jadi pekerjaan saya. Soal motor atau barang seperti helm yang hilang, sampai saat ini belum ada. Bahkan bila ada kunci atau apapun yang tertinggal, kita kebanyakan mengembalikkan kepada pemiliknya.

Tapi, dari sumber yang kami dapat, disini pernah ada motor dan helm yang hilang?

Wah, itu mah dari pihak-pihak tertentu mas. Gak tau orang dari kita atau orang gak dikenal sama kita.

Terakhir Mas, kalau memang ada yang hilang barang atau motor yang parkir disini. Apa yang akan Mas Iwan ini lakukan?

Waduh. Mudah-mudahan aj gak ada deh mas.

Dari kesaksian berikut memang memberi kami kesimpulan bahwa memang keberadaan mereka sampai saat ini ada memang karena para penjaga parkir memberikan uang rokok kepada para petugas setempat. Akan tetapi, mungkin saja uang rokok yang di maksud dapat diartikan sebagai jatah yang memang harus di berikan kepada petugas agar mereka dapat terus menjaga parkiran di tempat tersebut. Bukan tanpa alasan memang dengan kemungkinan tersebut, karena saat kami berada di tempat tersebut di waktu yang berbeda, saya melihat oknum polisi menerima sejumlah uang dari para penjaga parkir yang sedang berkumpul di belakang tenda stand yang sedang berada di pusat perbelanjaan tersebut. Sayangnya, kami tidak dapat mencuri gambar kejadian tersebut. Tidak selesai sampai disitu, setelah oknum petugas tersebut pergi, kami menghampiri salah satu penjaga parkir yang ada disitu. Kami langsung memberikan pertanyaan tentang apa yang dilakukan petugas tersebut, “Kita lagi ngobrol-ngobrol saja tadi” jawabnya. Dengan jawabannya seperti itu, kami tidak begitu saja mempercayai. Kami terus bertanya kepada salah satu panjaga parkir lainnya yang ada saat kejadian. Namun, kami tetap tidak bisa mendapat jawaban pasti dari kejadian itu. Bisa saja mereka merahasiakan atau bisa saja itu hanyalah kesalahpahaman kami.

Awalnya, kami hanya ingin mewawancarai penjaga parkir tidak resmi saja, namun gara-gara kejadian tersebut membuat saya ingin mendengar sebuah pernyataan dari petugasnya itu sendiri. Dan hal itu saya lakukan di hari berikutnya. Di tempat yang sama, kami kali ini mencari seorang petugas untuk saya wawancarai terkait tentang parkir tidak resmi seperti itu. Tanpa susah payah kami dapat mewawancarai petugas yang bernama Pak Setyabudi, 38 tahun. Berikut wawancaranya :

Disini banyak panjaga parkir yang bukan dari petugas disini. Apakah memang di izinkan?

Tidak.

Kalau begitu, mengapa mereka begitu bebas menjaga parkir disini? Apakah pernah ada penertiban sebelumnya untuk menghilangkan mereka?

Dari pihak kita, sudah beberapa kali memang kita melakukan penertiban. Akan tetapi memang susah diatur, mereka kembali datang lagi. Mungkin karena mereka melakukan itu demi uang, karena memang yang saya lihat mereka kebanyakan dari kalangan menengah kebawah.

Pernahkan ada pengunjung yang mengeluh tentang keberadaan mereka? Bahkan mengadu karena merasa kehilangan motor atau helm?

Beberapa orang sih ada. Biasanya mereka terganggu dengan pemaksaan membayar. Selain itu kebanyakan para pengunjung merasa aman kendaraan mereka di jaga. Kalau masalah hilang, masih sedikit kejadian seperti itu, hanya beberapa.

Dari petugasnya sendiri, keberadaan mereka justru menurut petugas seperti Pak Setya ini merasa keganggu atau terbantu?

Menurut saya sih justru terbantu. Tidak ada yang menganggap mereka mengganggu dari petugas disini.

Adakah oknum petugas yang justru membiarkan para panjaga parkir tidak resmi ini berkeliaran dengan syarat harus membagi jatah dalam jangka waktu tertentu?

Wah pastinya gak ada tuh. Tidak ada petugas yang seperti itu.

Tapi, beberapa yang kami lihat mengapa petugas dan penjaga parkir tersebut terlihat akrab sehingga menimbulkan dugaan bahwa memang para petugas mendapat penghasilan tambahan dari pendapatan jatah para penjaga parkir tidak resmi tersebut? Dan dari sumber yang kami dapat, apa memang benar terkadang para penjaga memberi uang rokok kepada petugas?

Waduh makin bingung saya jawabnya. Mungkin itu temannya kali. Karena temannya jadinya ngasih uang rokok. Hehehehe,

Hasil pernyataan dari salah satu petugas itu bisa jadi memang benar itu faktanya. Hal itu di perkuat dengan hasil pernyataan keduanya yang memang hampir sama dengan pernyataaan penjaga parkir. Walaupun ada yang berbeda yaitu, pernyataan yang berbeda tentang uang rokok. Pernyataan penjaga parkir bahwa memang mereka memberi uang rokok, sedangkan petugas memberi pernyataan yang berlainan akan tetapi dari cara menjawab tidak meyakinkan saya untuk percaya pernyataannya. Hehee…

Memang benar, kehadiran para penjaga parkir seperti ini menuai pro dan kontra di antara masyarakat. Ada yang merasa di untungkan, tidak sedikit pula ada yang di rugikan. Merasa bahwa kendaraan mereka ada yang menjaga, itu yang membuat masyrakat yang pro terhadap kehadiran mereka. Namun, bagi mereka yang sudah pernah mendapat kejadian tidak mengenakan yang disebabkan oleh mereka seperti pemaksaan dan kehilangan, akan berpikir berbeda dengan pendapat yang pro terhadap kehadirannya. Jadi pihak manakah anda terhadap kehadiran mereka? Ini hanyalah pendapat kami yang terinspirasi dari kejadian yang sering saya lihat. Tiap orang mempunyai cara pandang yang berbeda. Apapun jawabannya, intinya kita tetap harus waspada terhadap keberadaan mereka. Bisa saja mereka memanfaatkan keadaan yang ada untuk berbuat kriminal. Karena tidak hanya pada pusat perbelanjaan yang saya sebutkan diatas, Para Penjaga Parkir tidak resmi ini juga banyak berada di tempat dimana ada lahan parkirnya.

Ditulis oleh stefanuskaparang

01/11/2010 pada 15:47

Ditulis dalam Campus Task

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.